Individu Eksploratif Asal Riau : PARRICIDAL
PARRICIDAL terbentuk di Sungai Guntung, Riau pada tahun 2003 dengan formasi awal layaknya band pada umumnya. Sekitar tahun 2009, Effendy Ars selaku founder memutuskan bergerak sendiri sebagai dampak dari bongkar pasang formasi dan sulitnya menemukan personil pengganti yang memiliki kesamaan visi.
Penamaan "PARRICIDAL" sendiri terinspirasi dari sebuah peristiwa kelam dimana seorang anak menghabisi nyawa orang tuanya sendiri dengan keji. Sebuah nama yang bisa menggambarkan keberingasan konsep musik dan tema yang diusung oleh One-man band ber-genre Deathgrind yang satu ini.
Seolah menantang diri sendiri, Effendy Ars yang basic-nya adalah seorang drummer di era awal PARRICIDAL sebagai line-up full band, mengeksplorasi kemampuannya di semua lini instrumen sebagai bekal utama terhadap keputusannya bermain seorang diri. Kendatipun ber-basic seorang drummer, Effendy memilih menggunakan drum-programming dalam proses rekamannya. Selain menghemat waktu dan tenaga, hal ini juga dianggapnya mampu menekan cost budget.
Lebih 1 (satu) dekade bergerak di bawah tanah, menelurkan beberapa karya seperti demo, promo maupun single. PARRICIDAL juga acapkali ikut ambil bagian dalam album kompilasi serta menyambangi berbagai gigs ataupun event, baik itu yang lokal maupun di luar Riau.
Hingga pada Juni 2019 lalu, PARRICIDAL merilis debut EP-nya yang berjudul “Mengalir Darah Kebencian” di bawah naungan label Edelweiss Records (Alam Gerilya) dalam format CD dan Kaset. EP yang berisi total 9 (sembilan) track ini direkam di FOF Home Studio milik Effendy Ars sendiri, sementara untuk mixing & masteringnya dipercayakan kepada Abadi Erlangga dan pengerjaan artwork-nya digarap oleh Rudi Gorgingsuicide Art Yanto. Sedangkan Fadly Arester membantu proses take recording untuk sesi bass-nya.
“Fadly Arester sebenarnya (merupakan) usulan (dari) Abadi Erlangga yang Mixing & Mastering semua proyek FOF Home Studio serta EP PARRICIDAL itu sendiri. Abadi Erlangga menunggu untuk proses Mixing & Mastering ini hampir 5 (lima) tahun. Yang asyiknya, kami tidak pernah ketemu sampai sekarang, (cuma) selalu kontak lewat Inbox/WA. Pada waktu itu saya hanya mengisi track drums, gitar, (dan) vokal saja” jelas Effendy di tengah interview.
“Sebenarnya EP “Mengalir Darah Kebencian” 1 (satu) tahun tertunda dirilis karena saya ingin merilis sendiri di Label FOF Records (secara independen.red). Akhirnya saya kebingungan sendiri dalam hal budget perilisan. Kebetulan juga pada waktu itu, FOF Records merilis Full Album DETERMINATION (Band Gothic Metal Efendy.red). Iya maklum, bingung sendiri, hanya berpikir ada atau tidak (label) yang mau merilis EP PARRICIDAL Itu?, album DETERMINATION saja tidak ada yang mau” lanjut Effendy mencurahkan kisah awal proses perilisan mini albumnya.
Namun dengan bermodal nekat, Effendy mengirim pesan inbox kepada Alam Gerilya/Edelweiss Records guna menawarinya untuk merilis EP tersebut. Hal ini rupanya disambut baik oleh label asal Jakarta Barat itu. “Jawabannya sungguh mengejutkan saya, Alam Gerilya berkata : Aku menunggu album Parricidal dari Tahun 2000an Kemarin” Ungkap sumringah Effendy yang mini albumnya dirilis oleh salah satu label legendaris musik Underground tanah air.
Teaser EP "Mengalir Darah Kebencian" on Youtube :Dalam perjalanan PARRICIDAL sebagai one-man, Effendy Ars banyak terpengaruh dari band senada Napalm Death, Sepultura, Deeds Of Flesh, Nasum, U-Topie dan tentunya Putrid Pile. Tapi selera musik yang berwarna, menjadikan Effendy juga menambahkan unsur Heavy Metal, Thrash Metal dan bahkan sampai ke Seattle Sound ala Nirvana ke dalam musik PARRICIDAL. Selain blast beat yang cukup rapat diselingi groove pada beatdown-nya, teknik vokal pig-squeel berkarakter dan mid growl yang menekankan pada artikulasi, mungkin mejadikan stereotipe tersendiri bagi PARRICIDAL.
Pandemi COVID-19 menjadi alasan banyak acara musik tertunda, tidak luput dengan PARRICIDAL. Setelah perilisan EP “Mengalir Darah Kebencian”, PARRICIDAL sebenarnya telah menjadwalkan sebuah mini tour Singapore-Malaysia bersama band Punk Rock THE KUNDUR RIOT dan MALTREAT DEAFEN (Death Metal) yang mana acara ini akan bekerjasama dengan Fadzil Musikbox Production asal Johor Bahru, Malaysia. “Sebenarnya hal ini (merupakan) hal baru dalam planning Band Parricidal. Semoga hal ini (tour.red) akan diteruskan di album kedua nanti” harap Effendy.
Dan kini, PARRICIDAL tengah mulai membuat materi untuk debut album penuhnya nanti. “Saya berusaha tidak lari dari benang merah dari EP Parricidal (“Mengalir Darah Kebencian”). Masih tetap mengusung Deathgrind dengan tema lirik yang bercerita tentang pembunuhan, pembantaian dan ketimpangan sosial lainnya yang nyata terjadi di sana” kata Effendy menutup sesi tanya jawab yang kami lakukan via chat WhatsApp.
==================================================================================
Discography :
2004 : Demo Rehearsal " Total Bad"
2006 : Dokumentasi VCD " 121706"
2007 : Promo VCD " Duri Dalam Daging"
2012 : Promo " Parricidal"
2012 : Kompilasi V/A Distortion In The World Vol.1 ( Tangerang )
2012 : Kompilasi Guttural Blast Of Anthem Illuminate ( Nganjuk Corpse Grinder )
2013 : Kompilasi Dam Project Vol.1 ( Jakarta Timur )
2015 : Single " Menunggu Mati "
2016 : Single " Pembunuh Dibunuh"
2016 : Alone Battle Compilation/ Sabda Pati Production Blogspot.Com
2016 : Sindikat Penjahat Riau Compilation/Beguboringin Production ( Bagansiapi Api - Riau )
2017 : Revenge Of Gurindam Compilation " 18 Bands Madness Scene Sumatera/Grief Blozzom Production ( Pekanbaru )
2019 : Parricidal - Mengalir Darah Kebencian ( EP ) Edelweiss Records ( Jakarta Barat )
==================================================================================
PARRICIDAL Contacts :
Jl. Darussalam No.9 Rt 4/3 Sungai Guntung Kec. Kateman (29255) Inhil – Riau, Indonesia
CP/WA : +6281337281176 (Effendy Ars)
Facebook : PARRICIDAL
Instagram : parricidal_official
YouTube : FOF Records






Komentar
Posting Komentar